Tanaman kangkung grendhouse mesjid Baitul Muttaqin Cengkareng yang siap dipanen (foto: fin).

Jakarta, Agustus,2021: Kepala Suku Dinas Kelautan Pertanian Kehutanan dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Barat, Iwan Indriyanto mengapresiasi LDII Jakarta Barat dalam mengelola Hidroponik sebagai program ketahanan pangan berbazis masjid.

Dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong, LDII bercocok tanam sayur mayur secara hidroponik dengan bimbingan teknis serta bibit dari KPKP Kota Adm Jakarta Barat dengan bantuan Baznas Bazis DKI.

Rumah Hidroponik seluas kurang lebih 50mĀ²siap di tanam.(foto: ai).

Apresiasi Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat disampaikannya saat kunjungannya ke masjid LDII Cengkareng Jakarta Barat bwberapa waktu yang lalu.

“Segala sesuatu jika ditangani dengan tekun dan dengan baik pasti akan menghasilkan. Seperti yang dilakukan oleh LDII, lahan-lahan kosong yang ada disekitarĀ  masjis ia manfaatkan untuk bertani hidroponik. Ini kan seauatu yang manfaat, bisa menjadi contoh bagi yang lain khususnya dalam mempertahankan ketahanan pangan keluarga. Insa Allah tidak akan kelaparan jika tekun. Dari hasil panen sayur, sebagian bisa dijual buat beli beras dan bumbu swrta minyak goreng, sebgian bisa dimasak buat sayurnya, sudah hemat, sehat lagi,” jelas Iwan dalam kesempatan kunjungannya.

Ust.Ratno guru pondok Baitul Muttaqien Cengjareng yang sekaligaus pengelola hidroponik tersebut mengaku berterima kasih kepada KPKP kota Adm Jakarta Barat atas bimbingan serta suport benih-benihny secara rutin untuk Hidroponik Baitul Muttaqien.

“Alhamdulillah berkat arahan bimbingan dan suport dari pemeeintah kota Jakarta Barat, hidroponik Baitul Muttaqien Cengkareng hingga saat ini masih eksis dan sudah rutin panen setiap bulan, inilah salah satu cara Pondok Pesantren Baitil Muttaqien Cengkareng dalam binaan LDII mempertahankan ketahanan pangan, sebian di masak sebagian dijual,” Ujar Ust.Ratno.

Senada dengan Ust.Ratno, Ach.Akhiruddin sekretaris DPD LDII Jakarta Barat membenarkan apa yang disampaikan oleh Ust.Ratno.

“Kami terus meminta arahan dan bimbingan dari KPKP sehingga sampai sekarang tetap eksis, tanaman juga makin berfariasi, kalau awal – awal hanya kangkung, kini berkembang dengan tanaman lain seperti lada, bayam dan jenis sayur lainya.”tutup Ai.(fin).