Jakarta, ldiijakartabarat.com: Melalui ajang Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII kepengurusan wilayah provinsi DKI Jakarta Gubernur Anis Baswedan saat membuka acara tersebut berdoa semoga peserta muswil bisa terpilih dan dapat menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Untuk menjawab dinamika ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang sangat tinggi di jantung Jakarta.

“Jakarta sebagai ibu kota menjadi kiblat nasional dalam dinamika masyarakat madani. Sebagai ormas Islam, DPW LDII Jakarta terus memberdayakan anggotanya dengan pembangunan karakter. Agar lahir insan profesional religius sebagai modal membangun Jakarta,” harap Gubernur Anis Baswedan.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari masyarakat madani, DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia  DKI Jakarta berkontribusi langsung dalam pembangunan Jakarta. Targetnya, menciptakan masyarakat profesional religius yang memiliki sikap alim-faqih (memahami agama Islam dengan baik), berakhlak mulia (akhlakul karimah), dan mandiri,

“Saya meyakini, pribadi yang memiliki kecerdasan dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, namun tanpa diimbangi iman dan taqwa, akan hanya menciptakan kerusakan,” papar Gubernur.

Menurutnya, nilai-nilai moral yang tinggi hanya bisa didapatkan seseorang melalui religi, “Di situlah peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam membangun karakter dan moralitas,” ujarnya.

Ia berharap Muswil nantinya, mampu menyusun pengurus yang memahami dinamika sosial kemasyarakatan DKI Jakarta, yang merupakan Indonesia mini.

Sementara itu, ketua DPW LDII periode 2015-2020 Teddy Suratmadji dalam pengantar pembukaanya menyampaikan bahwa sebagai miniatur Indonesia yang memiliki keberagaman, menurut Teddy, Jakarta membutuhkan ormas Islam yang menerapkan moderasi beragama, “Kami konsisten dengan prinsip-prinsip Islam washatiyah, untuk itu LDII selalu berinteraksi, berdialog, dan terbuka dengan semua pihak,” ujarnya.

Moderasi beragama ini, bagi Teddy sangat penting, sebagai modal membangun Jakarta. “Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta, untuk itu, Lembaga Dakwah Islam Indonesia juga mengembangkan sikap solutif dalam berbagai permasalahan di Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (SC) Muswil  Lembaga Dakwah Islam Indonesia DKI Jakarta, Tri Gunawan Hadi, mengatakan Muswil nantinya digelar secara daring dan luring. Peserta daring meliputi para ulama, dewan penasehat, dan pengurus DPD hingga PC se-DKI Jakarta.

“Kami perkirakan peserta mencapai 560-an orang dari lima kota administratif dan satu kabupaten. Mereka tergabung dalam 45 studio mini,” ujar Tri Gunawan Hadi. Sementara yang hadir langsung, dibatasi hanya 20 orang, untuk menyesuaikan denga protokol kesehatan.

Tri Gunawan Hadi mengatakan, tema “Kontribusi Berkelanjutan dalam Rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Jakarta yang Maju, Tangguh dan Sejahtera”.

Menurutnya, tema ini akan mengerucutkan beberapa program, di antaranya meningkatkan penguasaan teknologi komunikasi dan informasi, untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

“Pandemi Covid-19, mengubah kebiasaan warga hingga dalam urusan mata pencaharian. Kami menjadikan pandemi ini sebagai lompatan untuk melakukan literasi digital bagi warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia,” ujar Tri Gunawan Hadi.

Selain itu, era digital ini juga dilakukan untuk mendukung pembangunan karakter, yang selama ini menjadi bidang dakwah utama LDII, “Kami telah melakukan MOOC atau kursus terbuka secara masif, dalam rupa pengajian sepanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Jakarta. Namun, usai pandemi, kami akan terus meningkatkan pemanfaatan MOOC ini,” imbuh Tri Gunawan Hadi. Terutama untuk meningkatkan kualitas SDM, untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan pembangunan.

Setelah melalui proses persidangan, tim formatur memilih kembali kepwngurusan lama yaiti Dr.Teddy Suratmadji sebagai ketua,Muhammad Ied SE, sebagai sekretaris dan Erwin Hadisaputra sebagaibbendahara. (Fin).