Baznas siapkan relawan tanggab bencana berbasis masjid(Foto:Ai)

Jakarta, 12/9/2020: Menindak lanjuti rencana program Baznas DKI Jakarta dalam antisipasi tanggap bencana berbasis masjid, pada hari ini Sabtu12/9/2020 beetempat di Graha Mental Spiritual Tanah Abang, Baznas (Bazis) DKI Jakarta adakan pelatihan relawan tanggap bencana dengan maksud dan tujuan, jika ada bencana yang terjadi, pihak masjid dan jamaah ada kesiap siagaan dini. Hal ini sebagaimana yang disampaikan pihak Baznas (Bazis).

“Dengan diadakanya pelatihan tenaga relawan tanggap bencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dini Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) dan jamaah terhadap kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) terutama pada saat ini yang sedang terjadi yaitu wabah Covid-19,” ungkap Kepala Bagian Sosial Direktorat Pendistribusian BAZNAS RI, Farid Septian.

Untuk mendukung program Baznas (Bazis) DKI Jakarta tersebut, Dewan Pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Jakarta Barat kirimkan 5 personil sebagai peserta.

“Dari kelima utusan tersebut nantinya menjadi narasumber di masjid-masjid dan silingkungan LDII, untuk memvagi ilmunya yang didapat dari pelatihan yang mereka ikuti,” ujar KH.Suharyono, Ketua Dewan Pembina DPD LDII Jakarta Barat, Sabtu,12=9/2020.

Selanjutnya para peserta pelatihan ini nantinya bisa menjadi tenaga relawan berbasis masjid sehingga masyarakat mampu melaksanakan pencegahan dan pengendalian faktor risiko terutama pada bencana penyebaran Covid-19 di lingkungan mesjid.lanjutnya.

Pada pelatihan Relawan Masjid Tanggap Bencana, Akh.Achirusdin salah satu peserta dari LDII menjelaskan apa yang disampaikan oleh para nara sumber dari Baznas tersebut.

Ada delapan poin dalam pelaksanaan program Baznas, kata Ai ( Akh.Achiruddin) biasa disapa. Pertama, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 DKM Mesjid. Kedua, membuat sistem keamanan jamaah. Ketiga, sterilisasi mesjid. Keempat, membentuk relawan mesjid. Kelima, sosialisasi dan edukasi Gerakan Jamaah Bersih dan Sehat (GJBS).  Keenam, membuat sistem informasi jamaah. Ketujuh, edukasi pemulasaran dan penguburan  jenazah Covid-19. Kedelapan mengaktifkan Baitul Maal Mesjid.( fin).