1. Jakarta, LDII: Virus Corona sudah memjadi momok dunia, berbagai macam cara dilakukan dan dinasehatkan kepada khalayak agar terhindar dari Virus Corona. Mulai dari penggunaan masker, menerapkan pola hidup sehat hingga mengurangi interaksi dengan banyak orang ditempat umum.

Ust.Studianto, Sekretaris DPD LDII kota Adm Jakarata Barat menghimbau dan menyarankan sekaligus mengajak kepada masyarakat agar dalam menyikapi virus corona yang sedang mewabah di dunia dengan cara tawakal ‘Alalloh.

Sekretaris kota Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jakarta Barat juga turut melakukan langkah pencegahan terhadap Virus Corona. Apalagi setelah diketahui ada WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

 

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia.

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini berasal dari Cina. Novel Corona Virus merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.

Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

“WHO melaporkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terbatas (pada kontak keluarga) telah dikonfirmasi di sebagian besar Kota Wuhan, China dan negara lain. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan sebagian besar adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru-paru,” ujar Studianto menterjemahkan apa yang dibaca di media.

Menurut hasil penyelidikan epidemiologi awal, sebagian besar kasus di Wuhan memiliki riwayat bekerja, menangani, atau pengunjung yang sering berkunjung ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Sampai saat ini, penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, memasak daging dan telur sampai matang. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Gejala terdampak adalah : Demam Batuk, Pilek Gangguan, Pernapasan, Sakit Tenggorokan, Letih, Lesu.